Kebijakan UMKM tidak tepat sasaran

Komitmen pemerintah untuk mendorong berkembangnya UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) sudah sangat besar, hal ini dapat dilihat dari tingginya anggaran yang di alokasikan bagi peningkatan capacity building melalui pelatihan-pelatihan yang dibuat. Namun tidak banyak dari program-program tersebut yang mampu efektif menjadikan UMKM naik kelas dan sukses menjadi pengusaha yang handal. Bahkan beberapa kebijakan tersebut, seolah-olah merapuhkan fondasi UMKM untuk berkembang dan maju.

Berdasarkan data yang dilansir oleh ASEAN, bahwa jumlah UMKM mampu mencapai 88% – 99% dari total bisnis yang ada, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 30 – 53%. Namun jika dilihat dari perannya dalam ekspor, UMKM di ASEAN hanya mampu berkontribusi hingga 29%. Bahkan data di Indonesia, peran UMKM masih sangat kecil dibandingkan negara-negara lainnya di ASEAN.

Kebijakan pemerintah dalam mendukung UMKM masih sangat tradisional dan belum tepat sasaran. Hal ini dapat dilihat dari aktivitas yang dilakukan, yang terkesan terlalu umum dan belum tentu sesuai dengan kebutuhan UMKM masing-masing. Oleh karena itu, langkah awal untuk menyusun program UMKM adalah dengan mengidentifikasi apa-apa sajakah masalah yang dialami. Proses ini dapat dilakukan secara formal melalui survey, interview dan focus group discussion, atau secara informal dengan melakukan komunikasi secara kontinyu tentang kondisi bisnis dan kebutuhan kedepan. Artinya, kebijakan UMKM kedepan harus lebih spesifik terhadap kebutuhan mereka dan bermanfaat.

Sebagai contoh, akses modal dianggap sebagai masalah mendasar UMKM sehingga program bantuan diarahkan pada pemberian kredit murah. Padahal, tidak semua UMKM dalam posisi butuh modal kerja untuk mengekspansi bisnis mereka. Sehingga modal murah tersebut dipaksakan untuk membeli sesuatu diluar kebutuhan riil UMKM, bahkan tergiur untuk membelanjakannya untuk barang-barang konsumtif dan mewah (kendaraan bermotor).

Hal ini secara makroekonomi hanya membuat tumpukan kredit bermasalah yang pada akhirnya memberikan beban bagi UMKM itu sendiri, dan kondisi perbankan. Akhirnya banyak pelaku bisnis yang terjerat hutang, atau ketika mereka benar-benar dalam kondisi butuh secara finansial namun cashflow mereka terganggu karena kredit yang sudah berjalan.

Selain itu, banyak pelatihan-pelatihan yang dilakukan bagi UMKM yang tidak applied (tidak mudah diterapkan). Sehingga ketika pelatihan tersebut selesai, keahlian yang diberikan tidak dapat digunakan untuk kepentingan bisnis mereka. Sebagai contoh, pelatihan pembuatan laporan keuangan dan akuntansi bagi UMKM yang terlalu “njlimet” dan teoritis. Solusinya, kenapa tidak diarahkan untuk dikenalkan dengan aplikasi keuangan (apps) yang sederhana dengan fitur teknologi yang sesuai dengan kebutuhan mereka tentang keuntungan, posisi aset dan stok barang. Selain itu, perlu diperkuat pemahaman tentang konsep pengelolaan keuangan yang benar, khususnya dalam mengelola cash flow dan akses pada lembaga keuangan (perbankan).

Masalah mendasar UMKM saat ini yang perlu dicarikan solusinya bersama terkait dengan masalah penguasaan dan penggunaan teknologi yang tepat guna, yang mampu mendorong produktivitas UMKM lebih tinggi lagi. Hal ini dilakukan agar kualitas produk UMKM dapat lebih baik, serta mampu mengantisipasi permintaan dengan kuantitas yang lebih banyak. Sebagai contoh, beberapa UMKM kerajinan (kriya) masih menggunakan alat manual yang kurang presisi untuk membentuk produk-produk yang dibuat. Beberapa jenis UMKM yang mulai tanggap dengan teknologi semisal produk kopi, yang sudah mulai aware dengan penggunaan mesin roasting yang modern, serta pengolah bijih kopi menjadi sajian yang menarik dan bernilai tambah tinggi.

Oleh karena itu, semestinya modal kerja yang diberikan pemerintah secara spesifik dapat dirupakan dalam bentuk teknologi atau mesin yang lebih modern. Tentunya harus dilakukan survey secara lebih baik atas kebutuhan teknologi dan kesesuaian terhadap kemampuan pengetahuan mereka. Hal ini tentunya perlu dilakukan pendampingan secara terus menerus agar UMKM mampu beradaptasi dengan baik. Dalam hal ini, peran perguruan tinggi, vokasi dan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) sangat penting dalam mencarikan solusi masalah teknologi.

Masalah lain seperti pengembangan branding dan promosi melalui media sosial menjadi lebih mudah untuk dipelajari oleh UMKM seiring dengan berkembangnya teknologi informasi. Bahkan beberapa unit-unit bisnis lokal mulai membuka layanan tersebut dengan biaya yang relatif terjangkau. Oleh karena itu, pemerintah hanya perlu untuk mendorong mindset UMKM pentingnya pembangunan sebuah branding, selain pemahaman untuk terus menjaga “kepercayaan” dan etos kerja yang lebih baik.

Selanjutnya, kebijakan terhadap UMKM sebaiknya diarahkan untuk membuka akses pasar yang lebih luas melalui berbagai festival, bazzar maupun even-even daerah. Dengan semakin luasnya UMKM dalam memasarkan produk mereka, maka akan semakin baik pula pemahaman mereka atas preferensi atau keinginan konsumen. Mereka mulai belajar tentang bagaimana menghadapi konsumen, bagaimana konsumen menilai produk-produk mereka serta mempelajari bagaimana kompetitor (pesaing) mereka berinovasi. Dari keadaan ini, maka UMKM akan semakin berkembang dan terdorong untuk berinovasi.

Terakhir, pengembangan sebuah cluster atau kelompok UMKM di sebuah daerah merupakan salah satu peluang yang bisa dikembangkan oleh pemerintah. Namun, seiring dengan dinamisnya destinasi-destinasi wisata yang ada saat ini maka pengembangan cluster harus benar-benar dikaji keberlanjutannya. Ada beberapa aspek penting yang mempengaruhi keberlanjutan sebuah cluster, antara lain: a) cluster harus didukung dengan permintaan yang kuat. Artinya produk yang dikembangkan memiliki pasar tersendiri yang memang telah kuat. Sehingga mampu membiayai inovasi dan pengembangan produk dari hasil penjualannya; b) cluster terhubung dengan UMKM pendukung yang mampu mensupply segala kebutuhan UMKM di dalam cluster, termasuk bahan baku, design produk, tenaga kerja dan lain sebagainya; c) cluster beranggotakan UMKM yang punya daya saing, artinya produk yang dihasilkan unik dan punya daya saing dan; d) di dalam cluster tersebut ada banyak UMKM sejenis dengan tingkat persaingan yang sehat. Artinya tidak didominasi oleh segelintir UMKM saja.

Semoga kedepan, upaya-upaya untuk mendorong UMKM berkembang dapat lebih selaras dengan perkembangan bisnis modern dan sesuai dengan kebutuhan UMKM itu sendiri. Sudah saatnya, UMKM Indonesia punya keunggulan yang dapat menjadi penopang utama perekonomian kedepan. Mari support UMKM lokal.

Iklan

Potensi Besar Kain Tenun Iban Asal Kapuas Hulu

Pontianak, People Resourcers and Conservation Foundation Indonesia, organisasi pemberdayaan ekonomi masyarakat, terus mendorong warga di Kecamantan Landjak dan Badau guna semakin produktif menghasilkan kain ikat tenun.

Pasalnya, kain tenun tersebut memiliki potensi besar meningkatkan pendapatan para petenun apabila digarap dengan serius. Salah satu daerah penghasil para petenun ikat Iban adalah Kabupaten Kapuas Hulu dan dua kecamatan di atas adalah salah satu penghasil para perajin ahli-ahli tenun khas Iban.

Fasilitator Program PRCF Indonesia Kalbar Ponti Ana Banjaria mengatakan, menenun kain memang belum menjadi salah satu pekerjaan utama dalam menghasilkan pundi-pundi cuan bagi masyarakat setempat.

Kendati demikian, pihaknya terus berupaya dalam membantu mereka mulai dari meningkatkan skill, mengajukan permodalan, mengelola keuangan hingga pemasarannya.

“Kami memfokuskan pada pemberdayaan perempuan Dayak Iban, tak bisa dipungkiri mereka punya keahlian bagus dalam menenun kain, kenggulan lainnya, tempat tinggal mereka sangat dekat dengan Malaysia” kata Ponti, Selasa (9/5/2017).

Dengan jarak yang dekat itu, justru sangat mudah bagi mereka untuk menjual kain-kain tenun mereka ke Malaysia. Menjual ke Malaysia lebih cepat dibandingkan dengan harus menjual produk-produk tersebut ke Kota Putussibau.

Pembelinya juga beragam salah satu sasaran pembelinya adalah para turis internasional.

Negeri jiran itu, kata Ponti, sangat menyukai produk tenun dari Kapuas Hulu dan Kalbar. Hanya saja, tak bisa dielakan, pihaknya harus berhadapan dengan industri tenun secara instan yang marak diterapkan di Malaysia.

Seringkali, produk tenun buatan tangan binaan PRCF harus berhadapan dengan produk cepat jadi tersebut. Industri tenun Malaysia juga memperhatikan motif yang menarik untuk dilihat bagi para calon pembeli.

Tantangan lain, diakuinya, menenun belum menjadi kegiatan utama sehari-hari atau baru aktivitas selingan bagi para tangan-tangan terampil binaan PRCF tersebut.

Mereka harus berbagi waktu antara berladang, mengurus keperluan rumah tangga dan saat memiliki waktu luang barulah mereka menenun.

“Jadi menenun adalah kerja sampingan. 1 kain biasanya bisa dihasilkan antara antara 7 hingga 10 minggu. Menenun kain juga membutuhkan modal besar untuk membeli ini juga masih kendala dari kami,” tuturnya.

PRCF tidak hanya membina dan mendampingi penenun di satu rumah betang saja. Ada sejumlah rumah betang di Kapuas Hulu yang warganya menjadi bagian bagian binaan PRCF.

“Satu rumah betang itu rerata mempunyai 30 kepala keluarga (KK), dan satu KK ada 2 orang yang biasanya terampil menenun,” ungkapnya.

Adapun, jenis-jenis kain yang dijual beraneka ragam bentuk dan bervariasi harganya. Ponti mengatakan, seperti bentuk syal dijual dengan harga antara Rp100.000-Rp175.000, sementara kain berukuran puak, kebat dan pashmina dibanderol antara Rp500.000-Rp1,5 juta.

Banyak motif dibikin petenun seperti, motif buaya, manusia, tipah layang, perahu dan lain sebagainya.

sumber : http://www.kampungumkm.id/home/artikel_detail/112/potensi_besar_kain_tenun_iban_asal_kapuas_hulu

Ekspor Kopi Vietnam Bakal Melonjak, Produksi Kopi Indonesia Turun

Hanoi, Ekspor kopi Vietnam diyakini bakal melonjak pada tahun ini, sejalan dengan panen raya yang membuat produksi meningkat. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Industri dan Perdagangan Vietnam Tran Tuan Anh.

Mengutip Bloomberg, Rabu (14/2/2018), Vietnam merupakan produsen kopi robusta terbesar di dunia. Anh menyebut, total ekspor kopi Vietnam diprediksi mencapai 1,55 juta metrik ton pada tahun 2018.

Sementara itu, produksi kopi di negara tersebut dibidik meningkat sekitar 4,5 persen menjadi 1,6 juta ton pada periode musim 2017-2018. Anh menuturkan, ekspor kopi Vietnam juga akan dibantu kondisi pasokan yang lebih kecil dari negara-negara lainnya.

Vietnam merupakan eksportir kopi terbesar kedua dunia setelah Brazil. Adapun produksi kopi Indonesia, eksportir kopi terbesar ketiga dunia, kemungkinan akan mengalami penurunan.

Menurut Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia, produksi kopi Indonesia akan turun ke level terendah dalam 7 tahun. Kondisi ini disebabkan kondisi cuaca yang kurang menguntungkan.

Adapun produksi kopi Vietnam diuntungkan dengan kondisi cuaca yang baik. Selain itu, petani juga diuntungkan dengan harga yang lebih tinggi di tahun lalu, menurut Departemen Pertanian AS.

Peningkatan ekspor kopi Vietnam dipandang bisa memberatkan indeks berjangka robusta yang sudah anjlok sekitar 17 persen di London, Inggris pada tahun lalu.

Adapun ekspor beras Vietnam juga diprediksi naik menjadi 6 juta ton pada tahun 2018. Pada tahun 2017 lalu, ekspor beras Vietnam tercatat sebesar 5,8 juta ton.

Vietnam merupakan eksportir beras terbesar ketiga dunia. Negara tersebut berupaya mendongkrak pertumbuhan ekonominya yang ditargetkan melampaui angka yang dipatok pemerintah sebesar 6,7 persen pada tahun 2018 ini.

sumber : http://www.kampungumkm.id/home/artikel_detail/113/ekspor_kopi_vietnam_bakal_melonjak_produksi_kopi_indonesia_turun

Pemprov Sulsel Dorong Ritel Modern Sailitasi Pemasaran Produk UMKM

 

Makassar, Pemerintah Provinsi Sulsel mendorong jejaring ritel modern yang beroperasi di daerah itu agar memberikan alokasi khusus bagi UMKM sebagai bentuk fasilitasi promosi maupun pemasaran produk bagi pelaku usaha segmen tersebut.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan setiap ritel modern bakal diarahkan untuk memberikan komposisi hingga 30% dalam memberikan ruang bagi UMKM perihal pemasaran maupun penjualan produknya.

“Kami terus dorong agar ritel bisa lebih aktif menyerap produk UMKM, harus harus sampai 30% porsinya,” papar Syahrul di Clarion Makassar, Jumat (9/2/2018).

Menurut dia, jejaring ritel modern saat ini menjadi salah satu destinasi belanja masyarakat sehingga sangat strategis sebagai tempat promosi hingga penjualan produk para pelaku UMKM.

Pada sisi tersebut, lanjut Syahrul, dorongan itu merupakan upaya Pemprov Sulsel agar pelaku UMKM di daerah tersebut bisa lebih mengembangkan kapasitas serta selurh produk yang dihasilkan bisa diserap oleh pasar.

Ketua Asosiasi UMKM Sulsel, Hasidah Lipoeng mengakui bahwa pemerintah provinsi Sulsel memang telah melakukan perjanjian kerja sama (PKS) dengan beberapa ritel agar produk UMKM bisa terserap.

Kendati demikian,lanjut dia, besaran persentase serapan produk dari ritel masih cukup jauh dari persentase yang tertuang dalam perjanjian kerjasama.

“Kedepannya kami harap bisa di kisaran 30%, meskipun memang kami memahami ada beberapa alasan sehingga persentasenya belum optimal. Ada pertimbangan bisnis dari ritel, di samping juga kualitas produk UMKM akan terus ditingkatkan agar bisa lebih bisa terserap pasar,” katanya.

sumber : http://www.kampungumkm.id/home/artikel_detail/115/pemprov_sulsel_dorong_ritel_modern_sailitasi_pemasaran_produk_umkm

Potensi tinggi UMKM

Potensi kredit mikro di atas kertas besar karena jumlah usaha kredit mikro, kecil dan menengah di Indonesia mencapai hampir 50 juta unit .

Posisi usaha mikro sendiri sebenarnya amat penting dalam sebuah perekonomian negara karena dianggap sebagai fondasinya.

Palgunadi Setiawan, mantan Direktur PT Astra Internasional, yang kini membantu keuangan mikro lewat Yayasan Dharma Bakti Para Sahabat, menganalogikan usaha mikro dengan satuan militer.

“Kalau diurut di militer maka unit terkecilnya regu, jadi peleton, kompi, dan batalyon. Negara yang berekonomi itu unit terkecilnya adalah usaha mikro dan kecil.”

Dan Palgunadi menambahkan usaha mikro dan kecil bisa ditempatkan sebagai potensi dari seluruh negara, yang menjadi eksistensi perekonomian negara.

Tidak ada usaha besar yang tiba-tiba menjadi besar, tapi dimulai dengan yang kecil-kecil itu,” tambahnya.

Lapangan kerja

Sebagai sebuah unit usaha, diperkirakan usaha mikro dan kecil di Indonesia menyumbang sekitar 53% dari total Produk Bruto Indonesia dan kontribusi eksport sebesar 20,52%.

“Dengan angka itu saya ingin menggambarkan dominasi dari usaha mikro dan kecil di Indonesia,” kata Choirul Djamhari PHD, Deputy Menteri Koperasi dan UKM Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha kepada BBC Siaran Indonesia.

Sementara dari penyerapan tenaga kerja, usaha mikro menyerap 77 juta lebih tenaga kerja dan usaha kecil sekitar 10 juta sedangkan usaha menengah hampir lima juta tenaga kerja.

Dengan perkiraan sekitar 50 juta UMKM di Indonesia, berarti penambahan 1 tenaga kerja dalam setiap uni saja sudah berarti sekitar 50 juta lapangan kerja baru.

“Kalau tambah tenaga kerja 1 saja setiap usaha, maka terdapat 43 juta lapangan kerja baru yang diciptakan usaha mikro,” kata Bambang Ismawan, Sekjen Gema PKM yang memperkirakan terdapat 43 juta usaha mikro di Indonesia.

Dan itu tanpa kerja keras pemerintah, tambah Bambang Ismawan, karena yang diperlukan hanyalah membuat mekanisme agar usaha mikro hidup dan berkembang.

“Jadi tidak perlu pergi ke Malaysia atau Saudi Arabia karena disini sudah tercipta lapangan kerja yang memungkinkan mereka hidup,” tambahnya.

Eksport ke Malaysia

Perajin kripik
Image captionUMKM berpotensi ciptakan 43 juta lapangan kerja di Indonesia

Salah seorang pengusaha di Pusat Industri Kecil, PIK, Medan, adalah Merry Fersy yang memproduksi baju sutra dari rukonya Y&Y.

Setiap bulannya Merry Fersy membawa sekitar 75 potong baju sutra ke Malaysia yang dipasarkan di beberapa tempat di Kuala Lumpur.

“Setiap potong dijual 900 ringgit Malaysia atau sekitar Rp. 2.500.000 ribu dan dari satu potong baju dia bisa mendapat untung sekitar Rp 300.000,” tambah Merry.

Memulai usaha dengan 1 mesin jahit bordir, kini Merry sudah punya sekitar 60 mesin jahit di Medan dan di Bukit Tinggi.

Salah satu contoh lain adalah kerupuk ikan Cang Rebong di Kecamatan Seruway, Langsa, Propinsi Aceh Nanggroe Daroessalam.

Setiap hari sekitar 15 ibu-ibu membersihkan ikan untuk dijadikan kerupuk ikan di perusaaan milik Choirul Azman itu.

Kini sudah ada dua unit pembersihan kerupuk ikan milik Choirul Azman dengan 30 lebih tenaga kerja pembersih ikan, yang rata-rata berpenghasilan sekitar Rp 30.000 hingga Rp 50.000 rupiah.

“Awal bisnis ini adalah ikan-ikan kecil yang dibuang para penangkap ikan karena dianggap tak laku dijual,” kata Choirul Azman.

Namun kini Choirul Anam malah ingin menambah unit pembersihan ikan lagi dan memilik satu kapal penangkap ikan sendiri.

sumber : https://www.bbc.com/indonesia/laporan_khusus/2009/11/091125_potensiumkm

pendekatan dan metode pembelajaran kurikulum 2013

alam draft Pengembangan Kurikulum 20013 diisyaratkan bahwa proses pembelajaran yang dikehendaki adalah pembelajaran yang mengedepankan pengalaman personal melalui observasi (menyimak, melihat, membaca, mendengar), asosiasi, bertanya, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan. Disebutkan pula, bahwa proses pembelajaran yang dikehendaki adalah proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centered active learning) dengan sifat pembelajaran yang kontekstual.(Sumber: Pengembangan Kurikulum 20013, Bahan Uji Publik, Kemendikbud).

Apakah ini sesuatu yang baru dalam pendidikan kita? Saya meyakini, secara konseptual proses pembelajaran yang ditawarkan dalam Kurikulum 2013 ini bukanlah hal baru. Jika kita cermati  kurikulum 2004 (KBK) dan Kurikulum 2006 (KTSP), pada dasarnya menghendaki proses pembelajaran yang sama seperti  apa yang tersurat dalam Kurikulum 2013 di atas. Pada periode KBK dan KTSP, kita telah diperkenalkan atau bahkan kebanjiran dengan aneka konsep pembelajaran mutakhir, sebut saja:Pembelajaran Konstruktivisme, PAKEM, Pembelajaran Kontekstual, Quantum Learning,  Pembelajaran Aktif, Pembelajaran Berdasarkan Masalah, Pembelajaran Inkuiri, Pembelajaran Kooperatif dengan aneka tipenyadan sebagainya.

Jika dipersandingkan dengan Kurikulum 2013, konsep-konsep pembelajaran tersebut pada intinya tidak jauh berbeda. Permasalahan muncul ketika ditanya, seberapa jauh konsep-konsep pembelajaran mutakhir tersebut telah terimplementasikan di lapangan?

Berikut ini sedikit cerita saya tentang contoh kasus implementasi pembelajaran mutakhir selama periode KBK dan KTSP, yang tentunya tidak bisa digeneralisasikan. Dalam berbagai kesempatan saya sering berdiskusi dengan beberapa teman guru, dengan mengajukan pertanyaan kira-kira seperti ini:

Jawabannya beragam, tetapi sebagian besar tampaknya cenderung menjawab bahwa pendekatan yang sering digunakan adalah pendekatan pembelajaran konvensional dengan kekuatan intinya pada penggunaan metode ceramah (Chalk and Talk Approach).

Berkaitan dengan permasalahan implementasi pendekatan dan metode pembelajaran mutakhir dalam KBK dan KTSP, setidaknya saya melihat ada 2 (dua) sisi permasalahan yang  berbeda, tetapi tidak bisa dipisahkan:

1.  Masalah keterbatasan keterampilan (kemampuan).

Untuk masalah yang pertama ini dapat dibagi ke dalam dua kategori: (a) kategori berat, yaitu mereka yang menunjukkan ketidakberdayaan. Jangankan untuk mempraktikan jenis-jenis pembelajaran mutakhir, mengenal judulnya pun tidak. Yang ada dibenaknya, ketika mengajar  dia berdiri di depan kelas – atau bahkan hanya duduk di kursi guru- sambil berbicara menyampaikan materi pelajaran mulai dari awal sampai akhir pelajaran, sekali-kali diselingi dengan tanya jawab. Itulah yang dilakukannya secara terus menerus sepanjang tahun;  dan (b) kategori sedang. Relatif lebih baik dari yang pertama, mereka sudah mengetahui jenis-jenis pembelajaran mutakhir tetapi mereka masih mengalami kebingungan dan kesulitan untuk menerapkannya di kelas, mereka bisa mempraktikan satu atau dua metode pembelajaran mutakhir tetapi dengan berbagai kekurangan di sana-sini.

2. Masalah keterbatasan motivasi (kemauan).

Untuk masalah yang kedua ini, pada umumnya dari sisi kemampuan tidak ada keraguan. Mereka sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang pembelajaran mutakhir yang lumayan, tetapi sayangnya mereka kerap dihinggapi penyakit keengganan untuk mempraktikannya. Mereka memperoleh pengetahuan dan keterampilan dari berbagai pelatihan dan workshop yang diikutinya. Sepulangnya dari kegiatan pelatihan, semangat mereka berkobar-kobar, nge-full bak batere HP yang baru di-charge, tetapi lambat laun semangatnya memudar dan akhirnya padam, kembali menggunakan cara-cara lama. Hasil pelatihan pun akhirnya menjadi sia-sia.

Kembali kepada persoalan Pendekatan dan  Metode Pembelajaran dalam Kurikulum 2013. Pemerintah saat ini telah menyiapkan strategi pelatihan bagi guru-guru untuk kepentingan implementasi Kurikulum 2013. Hampir bisa dipastikan, salah satu materi yang diberikan dalam pelatihan ini yaitu berkaitan dengan penguasaan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengembangkan pendekatan dan  metode pembelajaran yang sejalan dengan Kurikulum 2013.

Pelatihan untuk penguatan keterampilan guru tentang teknis pembelajaran memang penting. Kendati demikian saya berharap dalam rangka implementasi Kurikulum 2013 ini, tidak hanya bertumpu pada sisi keterampilan saja, tetapi seyogyanya dapat menyentuh pula aspek motivasional. Dalam arti, perlu ada upaya-upaya tertentu untuk membangun kemauan dan komitmen guru agar dapat menerapkan secara konsisten berbagai pendekatan dan metode pembelajaran yang sejalan dengan tuntutan Kurikulum 2013. Bagi saya, upaya menanamkan dan melanggengkan motivasi dan komitmen ini tidak kalah penting atau bahkan mungkin lebih penting dari sekedar menanamkan kemampuan.

Jika ke depannya kita bisa secara konsisten menerapkan berbagai pendekatan dan metode pembelajaran yang sejalan dengan Kurikulum 2013, niscaya kehadiran Kurikulum 2013 akan lebih dirasakan manfaatnya. Dan tampak disini pula letak perbedaan yang sesungguhnya antara Kurikulum 2013 dengan Kurikulum sebelumnya.  Tetapi jika tidak, lantas apa bedanya antara Kurikulum 2013 dengan Kurikulum sebelumnya?

pesan buat remaja masa kini

Remaja adalah potensi besar perubahan, juga potensi kehancuran. Manakala, remaja berprestasi, maka akan terbentuklah perubahan dalam suatu negeri. Sebaliknya, suatu negeri bakal hancur jika remajanya hancur.

Melihat remaja saat ini, nampaknya agak memperihatinkan. Kebanyakan dari mereka menjadi amoral, bermaksiat dan jauh dari islam. Kita bisa lihat bagaimana remaja muslim saat ini justru jauh dari islam. Mereka terjebak oleh lingkungan yang notabene sangat rusak.

Namun, meskipun begitu, ada juga remaja yang masih tetap istiqomah dalam memegang islam, karena mereka yakin bahwa mereka adalah muslim, mereka adalah peletak suatu perubahan. Oleh karena itu, mereka terus menyuarakan islam, berdakwah agar islam bisa jaya kembali layaknya dahulu.

Ada beberapa pesan untuk remaja yang ingin saya sampaikan. Semoga pesan ini dapat menjadi nasihat yang baik pada remaja.

Jadilah remaja islam yang hebat!

Remaja hebat bukanlah remaja yang pacarnya banyak serta sering gonta-ganti pacar. Bukan pula mereka yang kerjaaan sering mabuk dijalanan. Bukan pula mereka yang kerjaannya di sekolah Cuma melanggar tata tertib yang berlaku. Bukan pula mereka yang terjerat pemakai narkoba.

Lalu siapa dia?

Dia adalah remaja pejuang islam. Dia yang selalu istiqomah dalam islam, memperjuangkannya, berdakwah, dan selalu ibadah pada Allah. Yang dengan itulah, ia akan di naungi oleh Allah di saat tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.

Rasulullah saw bersabda;

Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah disaat tidak ada naungan kecuali naungannya; pemuda yang beribadah semasa hidupnya.

Banyak remaja hebat yang dapat kita jumpai di masa Rasulullah saw dan generasi-generasi selanjutnya. Tahukah kamu Mush’ab bin umair? Ia adalah pemuda hebat. Dialah yang mendakwahkan islam di Madinah pada saat itu, hingga sebagian besar penduduk—termasuk tokoh-tokohnya—masuk islam. Jasa-jasanya sangat luar biasa terhadap islam. Dia meninggalkan kemewahan dunia hanya semata-mata untuk islam. Bahkan, sebelum ia masuk islam, ia bersih, harum dengan berpakaian mewah. Namun demi islam, ia tinggalkan semua kemewahan itu.

Selain Mush’ab bin Umair, ada lagi sosok pemuda yang sangat hebat, bahkan di umurnya yang belum 21 tahun, ia sudah bisa merealisasikan bisyarah ( kabar gembira) dari Rasulullah saw yaitu menaklukkan kota konstantinopel, ibu kota Bizantium. Siapa dia? Dialah sultan Muhammad al fatih atau biasa di kenal dengan sebutan Mehmed. Dia adalah pemuda hebat. Di umur yang masih muda, dia sudah mendapat predikat pemimpin yang terbaik, berdasarkan hadits yang mulia Rasulullah saw ;

sungguh Konstantinopel akan ditaklukkan. Sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya”[1]

Kesungguhan dia sepatutnya harus dicontoh remaja-remaja saat ini. Dengan bimbingan dari guru terbaik pada zamannya yakni Syeikh Ahmad Al Qurani dan Aaq Syamsuddin, ia tumbuh menjadi pemuda yang hebat yang tidak mengenal putus asa. Kedekatannya pada Allah sangat luar biasa. Bahkan dialah pemuda yang tidak pernah meninggalkan sholat tahajjud[2]. Sungguh! Inilah teladan remaja terbaik yang mesti kita teladani kepribadiannya.

Dua pemuda ini adalah pemuda yang sangat luar biasa. Dari segi kepribadian, ia adalah pemuda yang berkepribadian yang baik yang terpancar dari islam. Ia telah menjadikan Al-quran sebagai pedoman hidupnya. Tentunya, kita juga harus begitu, meskipun kita mungkin tidak bisa seperti pemuda ini. akan tetapi, setidaknya kita meneladani mereka.

Kita sebagai lelaki muslim, tentu harus berpedoman pada Al-quran dan as-sunnah. Kita harus selalu berada dalam koridor islam. tak boleh sekalipun bergeser dari koridor itu. Kita harus mencontoh kedua pemuda di atas, yang begitu luar biasa dalam islamnya. Dengan demikian, kita akan jadi pemuda yang luar biasa, juga menjadi remaja islam hebat

Manfaatkan masa muda!

Terkadang ada remaja yang mengatakan bahwa umur kita masih lama, gunakanlah masa muda kita untuk senang-senang. Katanya, nanti kalau kita udah tua baru tobat dan ibadah.

Nah, statement begini adalah statement yang salah. Pasalnya, kita tidak tahu kapan kita meninggal. Boleh jadi minggu depan, besok, hari ini, bahkan detik ini. kita tidak tahu kapan ajal kita menjemput. Oleh karena itu, selagi ada waktu, pergunakanlah waktu kita untuk ibadah padanya. Lagi pula, Allah memang telah menyeru manusia untuk bersegera—tanpa menunda-nunda—untuk ibadah. Allah swt berfirman;

Bersegeralah dalam ampunan dari tuhanmu dan surge yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa’[3]

 

Nah, inilah yang dilakukan remaja-remaja pada masa Rasulullah. Seperti misalnya Abdullah bin Amru bin Al ash. Di usianya yang masih muda, ia selalu menghatamkan Al-quran dalam waktu satu hari. Mengetahui hal itu, maka Rasulullah menyarankan kepada Abdullah untuk menghatamkan Al-qur’an dalam waktu 30 hari. Tapi, Abdullah mengatakan pada Rasulullah ‘’wahai Rasulullah! Biarkanlah aku menyelesaikan bacaan Al-quran seperti itu; karena aku masih kuat dan masih muda”,maka Rasulullah bersabda “selesaikanlah olehmu bacaan Al-quran pada setiap sepuluh hari” Abdullah menjawab “biarkanlah aku menyelesaikan dalam satu malam;karena aku masih kuat dan masih muda, ia tetap dalam pendiriannya”[4]

Sungguh! Dialah remaja yang sangat luar biasa,remaja yang sangat memahami bahwa masa muda dan masa kuat, adalah masa yang harus dipergunakan dengan sebaik-baik. Remaja ini sangat menyadari bahwa waktu adalah momentum yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Hal ini dilakukan karena ia tidak ingin tertipu oleh dua nikmat, yaitu nikmat sehat dan waktu luang. Dalam hal ini, Rasulullah saw pernah bersabda:

Ada dua nikmat, dimana banyak orang yang tetipu oleh keduanya; nikmat sehat dan waktu luang”[5]

Karena itulah, ia terus memanfaatkan waktu untuk ibadah, perjuangkan islam. yang dengan itulah ia menjadi mulia.

Maka, kita sebagai remaja muslim tentu harus memanfaatkan masa muda dan masa kuat kita untuk ibadah pada Allah. Jangan malah sebaliknya, waktu kita itu justru kita pergunakan untuk pacaran yang jelas-jelas hanya membuang sebagian besar waktu kita untuk maksiat.

Kalau kamu pacaran, maka sebenarnya kamu hanya memanfaatkan waktumu hanya untuk maksiat dengan dosa. Jangan sampai kamu hanya menjadi bagian dari orang-orang yang merugi. Yang lebih parah, jangan sampai kamu mati dalam bermaksiat pada Allah, maka tempat kamu jelas, yaitu neraka.

Ada suatu berita menarik yang beberapa waktu saya dapatkan di internet. Cerita itu menceritakan tentang seorang lelaki dan seorang wanita yang pacaran lalu di sambar petir. Mau tahu beritanya kayak bagaimana? Ok, langsung saja ya saya kutip beritanya;

“Dua sejoli tewas akibat tersambar petir ketika sedang berpacaran di kawasan objek wisata Curug Ceheng di Desa Gandapata, kecamatan Sumbang, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (10/12) petang.

            Korban adalah Darsono, 23 tahun dan pasangannya Hartini, 23 tahun, keduanya sama-sama warga jalan kartaja, RT 3/3 kelurahan Purwokerto Timur. Dari keterangan Kasman, saksi yang melihat kejadian tersebut, sekitar pukul 15.00 WIB, kedua pasangan berada di Kompleks Curug Ceheng rumah Joglo Aglonema, mereka berteduh karena turun hujan disertai angin, selain mereka ada dua sejoli lain.

            Darsono dan Hartini duduk di pojok kiri rumah pojok joglo, pasangan lain di pojok sebelah kanan timur.tiba-tiba ada petir disertai suara menggelegar. Cabang pohon albasia yang ada disamping joglo langsung tumbang tersambar petir.

            Setelah menghantam pohon albasia, petir menyambar salah satu penyangga joglo hingga patah. Darsono dan Hartini yang tak jauh dari tiang itu juga ikut tersambar. Hartini terlempar ke balik tembok. Sedangkan Darsono terkapar di lantai joglo.

            Dua saksi melihat peristiwa tersebut berteriak ketakutan. Kontan teriakan tersebut mengundang perhatian warga sekitar untuk datang kemudian langsung memberikan pertolongan. Mereka melihat Hartini yang tergeletak di rerumputan dalam kondisi sudah tewas. Sedangkan Darsono juga tewas dengan sekujur tubuhnya hangus terbakar. Hasil pemeriksaan dokter menyebutkan, Darsono mengalami luka bakar dari dada hingga punggung. Rambutnya terbakar. Telinga kanan hingga leher bagian kanan juga luka bakar. Baju yang dipakainya robek-robek. Luka bakar juga ditemukan di bagian pinggang , kedua kaki dan betis kanannya. Sementara korban Hartini mengalami luka bakar di bagian wajah dan kakinya. Kepala kepolisian sector Sumbang Ajun Komisaris Sugito yang ada di tempat kejadian perkara mengatakan, adanya dua orang tewas akibat tersambar petir di objek Curig Ceheng. “Dua korban tewas akibat tersambar petir ketika sedang berteduh di rumah joglo.’’

Masruri , 50 tahun, orang tua Darsono dan kerabatnya kemudian datang ke lokasi. Dari keterangan pihak keluarganya, Hartini adalah teman dekat Darsono. Anaknya masih bujangan. Dia menjalin hubungan dengan Hartini yang berstatus janda. Mereka adalah tetangga karena tinggal satu RT.

Tapi keluarganya tak ada yang tahu kapan mereka pergi dari rumah. Keduanya pergi ke Curug Ceheng naik motor Honda Revo B-6668-TTZ milik Darsono.’’ [6]

            Nah Sobat! Bagaimana ceritanya, menarik kan? Bukan hanya menarik, tapi ceritanya juga menyeramkan tapi romantis. Kalau dibandingkan dengan cerita Romeo dan Juliet, mungkin cerita dari Darsono dan Hartini ini lebih romantis. Kenapa tidak, Darsono dan Hartini pergi sama-sama, boncengan sama-sama, berteduh sama-sama, dingin sama-sama, di sambar sama-sama dan mati pun sama-sama. Romantis bukan?

Dalam pandangan manusia, mungkin cerita itu adalah cerita yang menarik. Bahkan, kalau cerita ini di filmkan, mungkin akan dapat penghargaan. Tapi dalam pandangan islam, Darsono dan Hartini ini meninggal dalam keadaan su’ul Khatimah, karena ia meninggal dalam keadaan maksiat pada Allah swt.

Cerita ini sebetulnya harus memberikan kita pelajaran mengenai tentang ajal serta pentingnya kita untuk memanfaatkan waktu untuk ibadah. Karena jangan sampai kita meninggal dalam keadaan maksiat. Jika kita meninggal dalam keadaan maksiat, naudzu billah minzalik….

Oleh karena itu, kalau hari ini kamu masih pacaran, putuskan pacar kamu. Kamu tak mau kan, meninggal dalam keadaan su’ul khatimah? Kalau memang mau, tunggu apalagi, putuskan dia sekarang. Ambil hp kamu, telpon dia lalu bilang padanya “sayang kita putus”. Setelah kamu putus sama dia, bertobatlah! Sekaranglah saatnya kamu gunakan waktu dengan sebaik-baik untuk ibadah.

TEKNIK AWAL MEMULAI USAHA

 

       Banyak orang mengatakan bahwa “Ide atau gagasan” mahal harganya. Tentunya tidak sembarang ide, tetapi ide yang mempunyai nilai komersial dan ide itu ditulis dalam suatu rencana usaha atau rencana bisnis. Sebenarnya banyak orang mempunyai ide cemerlang, ide yang hebat-hebat serta mempunyai nilai komersial tinggi tetapi ide itu tetaplah hanya sekedar ide bahkan hanya sekedar impian yang numpang lewat, karena ide yang hebat tadi tidak pernah ditulis atau dikomunikasikan kepada pihak lain ataupun diimplementasikan. Tulisan ini mencoba mengupas tentang business plan, dengan harapan dapat digunakan sebagai pengetahuan ataupun menyiapkan langkah awal bagaimana untuk menggali, menumbuhkan ataupun menjaring ide-ide atau gagasan bisnis dan sekaligus menuangkannya dalam sebuah rencana usaha/bisnis.
     Realita di lapangan menunjukkan bahwa banyak ide/gagasan-gagasan bisnis hebat dan ide-ide orisinil yang justru lahir dari para kawula muda. Tentunya kalau peluang atau kemampuan ini dikemas dengan baik dan mampu dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dikemas sebagai rencana usaha/bisnis yang layak dan mampu diterapkan ke dalam sebuah bisnis riil, tentunya akan banyak memberi manfaat bagi para kawula muda sendiri dan sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat dan lingkungannya. Salah satu kunci sukses memulai usaha adalah membuat sebuah perencanaan usaha/bisnis yang matang dan realistis.
     Apapun jenis usaha yang akan kita jalankan. Tulisan ini mencoba menguraikan selangkah demi selangkah bagaimana membuat perencanaan usaha/bisnis. Perencanaan usaha/bisnis sangat berguna untuk menilai apakah usaha/bisnis yang akan kita tekuni layak, profitable dan berjangka panjang/berprospek. Dengan perencanaan usaha/bisnis yang matang, juga sangat berguna apabila kita ingin mengajak mitra bisnis, investor ataupun calon kreditor untuk merealisasi impian kita agar jadi kenyataan.

Prinsip Business Plan

Adapun prinsip-prinsip dalam perencanaan usaha itu sebagai berikut:

  • Perencanaan usaha harus dapat diterima oleh semua pihak.
  • Perencanaan usaha harus fleksibel dan realistis.
  • Perencanaan usaha harus mencakup seluruh aspek kegiatan usaha.
  • Perencanaan usaha harus merumuskan cara-cara kerja usaha yang efektif dan efisien

Kegiatan Business Plan Perencanaan usaha adalah sebuah selling document yang mengungkapkan daya tarik dan harapan sebuah bisnis kepada penyandang dana potensial. Jadi, perencanaan usaha merupakan dokumen tertulis yang disiapkan oleh seorang wirausaha yang mengembangkan dan menggambarkan semua unsur yang relevan, baik internal maupun eksternal untuk memulai suatu usaha. Di sini seorang wirausaha diharapkan mampu menggarap perencanaan usaha jangka pendek dan dapat merumuskan untuk mencapai sasaran dan tujuannya. Perencanaan usaha itu harus mencakup berbagai jenis kegiatan, di antaranya:

  • Mempelajari dan meramalkan masa depan usaha.
  • Menentukan sasaran beserta fasilitas yang diperlukan dalam usaha.
  • Membuat program kerja dan perhitungan usaha.
  • Menentukan prosedur kerja di dalam usaha.
  • Menentukan rencana anggaran usaha.
  • Membuat kebijaksanaan usaha.

Bagaimana Membuat Perencanaan Bisnis Yang Baik?

1. Perencanaan yang baik adalah sebuah proses, bukan hanya sekedar perencanaan. Perencanaan yang baik indikatornya antara lain:

  • Sederhana, perencanaan yang baik adalah perencanaan yang mudah dimengerti dan mudah dilaksanakan (mengandung kemudahan dan kepraktisan)
  • Spesifik, perencanaan yang baik adalah yang konkret, terukur, spesifik dalam waktu, personalianya dan anggarannya.
  • Realistik, perencanaan yang baik adalah perencanaan yang realistik dalam tujuan, anggaran maupun target pencapaian waktunya.
  • Komplit atau lengkap, perencanaan yang baik adalah perencanaan yang lengkap semua elemennya.

2. Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang dapat dipergunakan untuk berbagai hal, seperti:

  • Mendefinisikan dan menetapkan tujuan
  • Menciptakan laporan bisnis secara reguler
  • Mendefinisikan bisnis-bisnis baru
  • Mensupport aplikasi pinjaman
  • Mendifinisikan berbagai perjanjian dengan partner
  • Serangkaian nilai untuk pencapaian tujuan secara legal
  • Untuk mengevaluasi masalah produk-produk, promosi maupun ekspansi

Kesimpulan

       Dalam dunia praktek sehari-hari, ternyata banyak kendala yang ditemui baik dalam membuat business plan maupun implementasinya. Kendala yang sering ditemui dalam membuat business plan adalah sulitnya menemukan ide-ide yang dapat dijadikan proyek bisnis yang menguntungkan. Kendala lahirnya ide-ide kreatif yang punyai nilai ekonomis ini banyak terjadi karena kita sendiri sering kali kurang menyadari bahwa ide adalah hasil proses alam bawah sadar sehingga ide tidak akan hadir berkali-kali. Di sisi lain kita juga sering kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mudah menyerah ketika menghadapi tantangan, padahal ide-ide kreatif, inovatif dan bernilai ekonomis justru sering lahir dari kepekaan kita terhadap lingkungan dan kemampuan kita merubah tantangan menjadi peluang. Setelah kita mampu membuat business plan-pun seringkali tidak bisa diimplementasikan, alasan utama adalah kendala modal.
        Kadangkala modal tidak menjadi masalah tetapi keberanian untuk memulai yang belum ada atau nyaris tidak ada. Banyak faktor yang menyebabkan semua ini terjadi, ada faktor di luar ekonomi, misalnya kultur di Indonesia yang masih menganggap profesi wirausaha sebagai profesi kurang terhormat, sehingga banyak orang tua yang lebih menginginkan anakanaknya berprofesi sebagai PNS, ABRI atau Pegawai Swasta. Faktor lain adanya anggapan bahwa berwirausaha selalu faktor modal yang utama, padahal banyak bukti pengusaha/entrepreneur sukses justru memulai usaha dari nol alias tanpa modal. Banyak entrepreneur sukses menganggap dalam memulai bisnis modal utamanya adalah ide-ide cemerlang, relasi ataupun impian-impian yang tinggi yang kadang menurut orang lain tidak masuk akal, tapi dengan sedikit kecerdikan dan keberanian mengambil risiko (ciri seorang entrepreneur) mampu melahirkan pengusahapengusaha yang handal dan sukses.
Sumber : http://journal.uny.ac.id/index.php/jep/article/download/590/447

ARTIKEL KEWIRAUSAHAAN DAN MEMULAI BISNIS KECIL

   Sebagai negara sedang berkembang, Indonesia termasuk masih kekurangan wirausahawan. Hal ini dapat dipahami, kerena kondisi pendidikan di Indonesia masih belum menunjang kebutuhan pembangunan sektor ekonomi. Perhatikan, hampir seluruh sekolah masih didominasi oleh pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran yang konvensional. Mengapa hal itu dapat terjadi? Di satu sisi institusi pendidikan dan masyarakat kurang mendukung pertumbuhan wirausahawan. Di sisi lain, banyak kebijakan pemerintah yang tidak dapat mendorong semangat kerja masyarakat, misalkan kebijakan harga maksimum beras, maupun subsidi yang berlebihan yang tidak mendidik perilaku ekonomi masyarakat.
   Sebagian besar pendorong perubahan, inovasi dan kemajuan suatu negara adalah para wirausahawan. Wirausahawan adalah seorang yang menciptakan sebuah bisnis yang berhadapan dengan resiko dan ketidakpastian bertujuan memperoleh profit dan mengalami pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi kesempatan dan memanfaatkan sumber daya yang diperlukan. Dewasa ini banyak kesempatan untuk berwirausaha bagi setiap orang yang jeli melihat peluang bisnis tersebut. Karier kewirausahaan dapat mendukung kesejahteraan masyarakat serta memberikan banyak pilihan barang dan jasa bagi konsumen, baik dalam maupun luar negeri. Meskipun perusahaan raksasa lebih menarik perhatian publik dan sering kali menghiasi berita utama, bisnis kecil tidak kalah penting perannya bagi kehidupan sosial dan pertumbuhan ekonomi suatu negara.
      Oleh karena itu pemerintah mengharapkan para sarjana yang baru lulus mempunyai kemampuan dan keberanian untuk mendirikan bisnis baru meskipun secara ukuran bisnis termasuk kecil, tetapi membuka kesempatan pekerjaan bagi banyak orang. Pihak perguruan tinggi bertanggung jawab dalam mendidik dan memberikan kemampuan dalam melihat peluang bisnis serta mengelola bisnis tersebut serta memberikan motivasi untuk mempunyai keberanian menghadapi resiko bisnis. Peranan perguruan tinggi dalam memotivasi para sarjananya menjadi young entrepreneurs merupakan bagian dari salah satu faktor pendorong pertumbuhan kewirausahaan. Menurut Thomas Zimmerer dalam bukunya, ada 8 faktor pendorong pertumbuhan kewirausahaan antara lain sebagai berikut :
1. Wirausahawan Sebagai Pahlawan.
   Faktor diatas sangat mendorong setiap orang untuk mencoba mempunyai usaha sendiri karena adanya sikap masyarakat bahwa seorang wirausaha dianggap sebagai pahlawan serta sebagai model untuk diikuti. Sehingga status inilah yang mendorong seseorang memulai usaha sendiri.
2. Pendidikan Kewirausahaan.
   Pendidikan kewirausahaan sangat populer di banyak akademi dan universitas di Amerika. Banyak mahasiswa semakin takut dengan berkurangnya kesempatan kerja yang tersedia sehingga mendorong untuk belajar kewirausahaan dengan tujuan setelah selesai kuliah dapat membuka usaha sendiri.
3. Faktor ekonomi dan Kependudukan.
   Dari segi demografi sebagian besar entrepreneur memulai bisnis antara umur 25 tahun sampai dengan 39 tahun. Hal ini didukung oleh komposisi jumlah penduduk di suatu negara, sebagian besar pada kisaran umur diatas. Lebih lagi, banyak orang menyadari bahwa dalam kewirausahaan tidak ada pembatasan baik dalam hal umur, jenis kelamin, ras, latar belakang ekonomi atau apapun juga dalam mencapai sukses dengan memiliki bisnis sendiri.
4. Pergeseran ke Ekonomi Jasa
   Di Amerika pada tahun 2000 sektor jasa menghasilkan 92% pekerjaan dan 85% GDP negara tersebut. Karena sektor jasa relatif rendah investasi awalnya sehingga untuk menjadi populer di kalangan para wirausaha dan mendorong wirausaha untuk mencoba memulai usaha sendiri di bidang jasa.
5. Kemajuan Teknologi.
   Dengan bantuan mesin bisnis modern seperti komputer, laptop, notebook, mesin fax, printer laser, printer color, mesin penjawab telpon, seseorang dapat bekerja dirumah seperti layaknya bisnis besar. Pada zaman dulu, tingginya biaya teknologi membuat bisnis kecil tidak mungkin bersaing dengan bisnis besar yang mampu membeli alat-alat tersebut. Sekarang komputer dan alat komunikasi tersebut harganya berada dalam jangkauan bisnis kecil.
6. Gaya Hidup Bebas.
   Kewirausahaan sesuai dengan keinginan gaya hidup orang Amerika yang menyukai kebebasan dan kemandirian yaitu ingin bebas memilih tempat mereka tinggal dan jam kerja yang mereka sukai. Meskipun keamanan keuangan tetap merupakan sasaran penting bagi hampir semua wirausahawan, tetapi banyak prioritas lain seperti lebih banyak waktu untuk keluarga dan teman, lebih banyak waktu senggang dan lebih besar kemampuan mengendalikan stress hubungan dengan kerja. Dalam penelitian yang telah dilakukan bahwa 77% orang dewasa yang diteliti, menetapkan penggunaan lebih banyak waktu dengan keluarga dan teman sebagai prioritas pertama. Menghasilkan uang berada pada urutan kelima dan membelanjakan uang untuk membeli barang berada pada urutan terakhir.
7. E-Commerce dan The World-Wide-Web
   Perdagangan on-line tumbuh cepat sekali, sehingga menciptakan perdagangan banyak kesempatan bagi wirausahawan berbasis internet atau website. Data menunjukkan bahwa 47% bisnis kecil melakukan akses internet sedangkan 35% sudah mempunyai website sendiri. Faktor ini juga mendorong pertumbuhan wirausahawan di beberapa negara.
8. Peluang Internasional.
   Dalam mencari pelanggan, bisnis kecil kini tidak lagi dibatasi dalam ruang lingkup Negara sendiri. Pergeseran dalam ekonomi global yang dramatis telah membuka pintu ke peluang bisnis yang luar biasa bagi para wirausahawan yang bersedia menggapai seluruh dunia. Kejadian dunia seperti runtuhnya tembok Berlin, revolusi di negara-negara baltik UniSoviet dan hilangnya hambatan perdagangan sebagai hasil perjanjian Masyarakat Ekonomi Eropa, telah membuka sebagian besar pasar dunia bagi para wirausahawan. Peluang Internasional akan terus berlanjut dan tumbuh dengan cepat pada abad ke 21.
   Faktor yang mendukung pembahasan ini adalah faktor Pendidikan Kewirausahaan. Di luar negeri banyak universitas mempunyai suatu program khusus dalam mempelajari bidang kewirausahaan, sehingga ada suatu embrio young entrepreneur. Peranan perguruan tinggi hanya sekedar menjadi fasilitator dalam memotivasi, mengarahkan dan penyedia sarana prasarana dalam mempersiapkan sarjana yang mempunyai motivasi kuat, keberanian, kemampuan serta karakter pendukung dalam
mendirikan bisnis baru.
sumber : http://faniramdani24.blogspot.com/2014/04/artikel-kewirausahaan-dan-memulai.html

Wirausaha

Pengertian Wirausaha

Wirausaha adalah  seseorang yang membangun usaha baru ataupun seseorang yang menciptakan lahan pekerjaan baru yang disesuaikan dengan modal yang ada, dan wirausaha bisa digolongkan menjadi usaha besar, menengah ataupun usaha Kecil.

Golongan Wirausaha atau Pengusaha

* Golongan Pengusaha Besar
Pengusaha Besar adalah seseorang yang Memiliki modal yang besar untuk berbisnis sampai ke mancanegara dan biasa nya memiliki banyak karyawan.
Contoh Pengusaha Besar : Pengusaha Penjualan Konstruksi Bangunan “Krakatau Steel Cilegon”

* Golongan Pengusaha Menengah
Pengusaha Menengah adalah Seseorang yang memiliki modal yang lumayan, biasa nya target untuk pengusaha Menengah adalah pasaran lokal yang berada di negara sendiri, pengusaha menengah pun memiliki beberapa orang karyawan tetapi tidak sampai sebanyak pengusaha Besar.
Contoh Pengusaha Menengah adalah : Pengusaha Restaurant yang Berada di Pantai Indah Kapuk.

* Golongan Pengusaha Kecil
Pengusaha Kecil adalah Pengusaha yang biasa nya target nya berada di dalam lingkup sekitar lingkungan nya saja, dan biasa nya modal yang di butuhkan tidak besar ataupun harus memiliki seorang karyawan yang terdapat pada golongan besar dan menengah,
Contoh Pengusaha Kecil: Penjual Gorengan yang berada di sekitar kita, ataupun Penjual Nasi Uduk.

Menjadi Wirausahawan Baru

Menjadi Pengusaha tidak lah semuda yang kita bayangkan, Kita harus mengerti apa yang bisa di pasarkan di pasaran pada saat ini, selain itu kita harus mengerti dengan modal yang ada, kita bisa memulai dengan usaha yang kecil terlebih dahulu untuk mengetahui minat seseorang terhadap apa yang kita jual, Selain itu kita harus memiliki niat atau tekad yang kuat untuk membangun sebuah usaha agar suatu saat usaha yang kita miliki tidak sia – sia pada suatu hari nanti.

Pemasaran Barang

Pemasaran dagang yang baik adalah dengan cara melalui sahabat, Tetangga, teman, saudara, dll, mengapa demikian? Karena biasa nya orang terdekat lah yang mudah untuk di akses untuk memasarkan barang dagangan atau biasa disebut dari mulut ke mulut, tetapi sekarang kita bisa memasarkan barang dagangan yang mudah dengan cara melalui jaringan internet, karena pada saat ini internet ialah sesuatu yang mudah di jangkau bagi semua kalangan muda dan tua, kita pun bisa memulai usaha di internet atau biasa disebut jual – Beli di Toko Online contoh nya : Toko Bagus atau Berniaga.com

Permulaaan yang baik

Biasa nya setiap orang berfikir jika seorang remaja bukan lah seorang yang berwirausaha dengan baik, ternyata semua hal itu ialah salah, karena biasa nya watak berwirausaha yang baik adalah sejak kita masih muda atau remaja, sejak masih remaja jika kita selalu berpikir untuk siap maju dan siap bersaing kita akan selalu siap untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang ada, di masa remaja pun kita masih bisa belajar melalui banyak hal dan pengalaman tersebut bisa menjadi pengalaman yang baik untuk di kemudian hari.

Motivasi Diri

Motivasi Diri biasa nya datang dari keluarga, Teman dan sahabat, motivasi dari orang – orang seperti itulah yang membuat diri kita bisa menjadi melangkah untuk menjadi lebih berani, lebih baik lagi dan membuat seseorang menjadi tidak gampang menyerah, dan yang terpenting selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Saran

Jika kita ingin Menjadi seorang Pengusaha atau Seorang Wirausahaan janganlah gampang menyerah, teruslah berusaha, belajar dengan baik dari pengalaman dan orang – orang yang sudah berpengalaman, semua masalah selalu bisa di pecahkan dengan kerja keras dan semangat.
semoga apa yang saya sampaikan bisa menjadi inspirasi bagi para pembaca untuk menjadi seorang Wirausahaan.